Kondisi memprihatinkan bisa kita lihat dalam pemberitaan-pemberitaan maupun dalam keseharian yang kita alami sendiri, kantor-kantor pemerintah maupun swasta diberitakan lengan. Pegawainya banyak yang terlambat datang, sementara pada jam kerja banyak yang tertidur, atau banyak yang cepat pulang sebelum waktu pulang. Berbagai alasan pembenaran kerap kita dengar, apakah itu mengkambing hitamkan terlambat bangun, kurang tidurlah, atau mau mempersiapkan hidangan buka pusa.
Apapun alasannya yang pasti bahwa bukan seperti itu sikap yang diharapkan dalam bulan puasa. Bulan puasa seharusnya membuat orang muslim semakin Produktif. Lihat saja, kadang ada orang yang terlambat masuk kerja karena terlambat bangun, atau karena menyelesaikan urusan rumah tangga, keperluan anak-anak dan sebagainya. Hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi di bulan puasa.
Kita disunnahkan bangun lebih pagi untuk makan sahur kemudian shalat subuh. Momen seperti ini seharusnya sudah menjadi kebiasaan kita. Apa yang kita bisa petik hikmah dari kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Bangun lebih pagi menandakan sifat orang yang produktif , segala sesuatunya kita bisa siapkan untuk keperluan aktifitas kita pada hari tersebut. Bayangkan saja apabila kita telah mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan, sementara umat lain belum bangun.
bila diumpamakan dengan perlombaan lari, kita telah melesat jauh kedepan, sementara lawan kita masih bersiap-siap untuk mengambil posisi star. Jadi apa yang membuat umat muslim tertinggal?
SocialVibe