<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>subhan kadir&#039;s blog</title>
	<atom:link href="http://subhankadir.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://subhankadir.wordpress.com</link>
	<description>Wordpress jembatan informasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 May 2011 03:18:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='subhankadir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>subhan kadir&#039;s blog</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://subhankadir.wordpress.com/osd.xml" title="subhan kadir&#039;s blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://subhankadir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PUASKAH ANDA MENJADI PERAWAT?</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2011/05/31/puaskah-anda-menjadi-perawat/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2011/05/31/puaskah-anda-menjadi-perawat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 03:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Tentunya jika berbicara tentang puas dan tidak puas setiap orang tidak akan ada kesamaannya, karena mereka memiliki kriteria tersendiri tentang kepuasan yang dirasakannya, artinya bahwa puas atau tidak puasnya seseorang adalah hal yang bersifat subjektif tidak akan sama satu dengan lainnya. Manusia sebagai makhluk yang dikaruniai dengan nafsu mendefenisikan kepuasaan tanpa ada batasannya. Manusia selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=100&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentunya jika berbicara tentang puas dan tidak puas setiap orang tidak akan ada kesamaannya, karena mereka memiliki kriteria tersendiri tentang kepuasan yang dirasakannya, artinya bahwa puas atau tidak puasnya seseorang adalah hal yang bersifat subjektif tidak akan sama satu dengan lainnya. Manusia sebagai makhluk yang dikaruniai dengan nafsu mendefenisikan kepuasaan tanpa ada batasannya. Manusia selalu haus akan kepuasan walaupun standar kepuasan itu telah diraihnya.</p>
<p>Kepuasan yang dibahas dalam tulisan ini bukanlah kepuasan tanpa batas, kepuasan disini didefensikan sebagai suatu perasaan yang menimbulkan kebahagiaan karena adanya pencapaian yang yang diperoleh berdasarkan usaha yang telah dilakukan dan berdasarkan harapannya sebelum melakukan usaha tersebut. Pencapaian yang diperoleh tersebut cenderung untuk mendorong seseorang untuk lebih berkerja dengan baik  karena berharap akan ada hasil yang lebih baik yang akan dierolehnya.</p>
<p>Belum ada penelitian yang penulis lakukan untuk mengetahui bagaimana kepuasan perawat terhadap pekerjaan yang dilakukannya, hal ini merupakan tantangan bagi penulis dan bagi teman sejawat lainnya untuk melakukan penelitian mengenai masalah ini. Hanya saja sebagai seorang yang pernah mengenyam pendidikan keperawatan dan melaksanakan perkerjaan keperawatan dan juga seringnya berinteraksi dengan sesama perawat mengilhami penulis untuk membahas masalah ini.</p>
<p>Kita tidak pungkiri bahwa sebagian besar tatanan pelayanan kesehatan tidak memberikan lingkungan kerja yang kondusif bagi perawat. Masalahnya bermacam-macam. Ada beberapa tatanan pelayanan yang mempekerjakan perawat dengan beban kerja yang berlebih (overload). Terkadang dalam satu sift jaga satu perawat harus melayani sebanyak 8-10 pasien. belum lagi pasien yang dilayani memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi, karena sangat jarang managemen Rumah Sakit yang mengatur jumlah sift perawat berdasarkan tingkat devendensi pasien. Pengaturan sift diatur berdasarkan jadwal yang sangat kaku dan hanya berdasarkan tenaga yang tersedia. Bila perawat jaga kebetulan merawat pasien yang berjumlah sedikit berarti itu adalah keberuntungannya dan bila kebetulan merawat pasien dengan jumlah besar bererati itu adalah resikonya, seperti itulah kemungkinan yang terjadi.</p>
<p>Lingkungan kerja (dalam hal ini ruang perawatan) terkadang penuh sesak. Bukan karena jumlah pasien yang banyak akan tetapi disesaki oleh jumlah pengunjung yang membeludak di samping tempat tidur atau dalam bangsal pasien. Kondisi seperti ini membuat perawat sangat terbatas dalam melakukan tindakan, bahkan kadang kala perawat mendapat perlakukan kasar (secara fisik maupun psikologis) dari keluarga pasien yang mengamuk karena menganggap perawat gagal atau lalai dalam merawat anggota keluarganya. Kondisi membludaknya pengunjung adalah kondisi yang wajar terjadi mengingat sistem kekerabatan bagi kita masyarakat timur masih sangat tinggi. Belum lagi rendahnya intensitas perawatan yang diberikan terhadap pasien yang memiliki tingkat ketergatungan yang sangat tinggi sehingga keluarga merasa sangat perlu untuk mendampingi pasien selama 24 jam.</p>
<p>Penghasilan merupakan faktor yang penting dalam sebuah kepuasan kerja. Penghasilan idealnya disesuai dengan beban dan resiko kerja, semakin tinggi beban dan resiko pekerjaan maka semakin tinggi penghasilan yang harus diterimanya. Tidak ada yang pungkiri jika beban dan resiko kerja perawat sangat tinggi, mendampingi pasien dengan jumlah tertentu selama 24 jam dan dengan berbagai tingkat ketergantungan adalah hal yang berat, belum lagi resiko tertular penyakit seperti hapatitis atau HIV. Di RS besar perawat telah terpenuhi kebutuhannya dari segi penghasilan, akan tetapi hanya sebagian kecil perawat yang berkerja di RS besar seperti itu. Yang lainnya kebanyakan bekerja di RS kecil. Kebanyakan menerima jasa pelayanan yang kecil pula. Lihat saja pemberitaan dibeberapa RS perawat dan petugas lainnya harus berdemonstrasi dan mogok untuk memperjuangkan haknya.</p>
<p>Bagaimana dengan jenjang karir? Menurut beberapa teman sejawat ini adalah hal yang sangat tidak diperhatikan dalam managemen RS. Apakah perawat tidak mampu? Belum tentu. Idealnya sebuah pekerjaan memiliki jenjang dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi yang didasarkan pada skill dan tingkat pendidikan serta pelatihan. Akan tetapi kenyataannya semua perawat apapun pendidikannya dan berapa lamapun bekerja mereka mengerjakan pekerjaan yang sama dengan penghasilan yang sama sedikitnya pula. Sehingga banyak merasa bahwa pendidikan yang mereka tempuh dengan segala pengorbanannya terasa sia-sia tak berarti. Jabatan struktural yang membidangi pelayanan keperawatan pun kadangkala dipegang oleh profesi lain, sehingga tidak ada yang mampu mengayomi dan memperjuangkan perawat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketidakpuasan kerja akan menyebabkan menurunnya komitmen terhadap organisasi, bornout, konflik peran, dan akhirnya menyebabkan prestasi kerja menurun. Jika terjadi seperti ini maka yang dirugikan adalah organisasi dan penerima layanan.</p>
<p>Lalu bagaimana solusinya? Tentunya regulasi kebijakan dan manajemen yang baik. Masayarakat kita telah berubah sehingga paradigma pelayananpun harus berubah. Pelayanan yang selama ini dianut dan dilaksanakan perlu di update berdasarkan sikon terkini. Ilmu  berkembang dengan pesat, khususnya ilmu management (khususnya mangagement perawatan), mengapa pelayanan tidak berubah. Mari buat perubahan!</p>
<p>Perawatpun perlu menyadari kondisi ini dan jangan mau seperti ini selamanya. Kita adalah salah satu profesi dengan jumlah terbanyak di Indonesia, kenapa kita tidak bisa berasatu untuk membuat perubahan. Mari mengembangkan diri dengan melanjutkan pendidikan dan ikuti berbagai pelatihan. Penulis sarankan perawat jangan hanya mengejar ilmu keperawatan karena pengetahuan anda hanya akan terbatas pada ilmu disamping tempat tidur dan bangsal saja. Perawat perlu mendalami ilmu lainnya, management, ilmu sosial politik, kebijakan publik dan lain sebagainya. Ilmu itu tidak terkait dengan perawat, Salah, semua ilmu terkait dan saling mendukung untuk mengembangkan profesi kita. Pertanyaan sederhana? Mengapa draf UU Keperawatan sampai sekarang belum menjadi UU. Jawabannya sederhana karena tidak ada perawat dalam parlemen, tidak ada yang memperjuangkan amanat kita, tentunya penyebabnya karena sedikit perawat yang memiliki ilmu dibidang ini.</p>
<p>Perawat mari bersatu, mari buat perubahan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=100&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2011/05/31/puaskah-anda-menjadi-perawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seharusnya umat muslim lebih produktif di bulan puasa</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2009/09/01/seharusnya-umat-muslim-lebih-produktif-di-bulan-puasa/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2009/09/01/seharusnya-umat-muslim-lebih-produktif-di-bulan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 05:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi memprihatinkan bisa kita lihat dalam pemberitaan-pemberitaan maupun dalam keseharian yang kita alami sendiri, kantor-kantor pemerintah maupun swasta diberitakan lengan. Pegawainya banyak yang terlambat datang, sementara pada jam kerja banyak yang tertidur, atau banyak yang cepat pulang sebelum waktu pulang. Berbagai alasan pembenaran kerap kita dengar, apakah itu mengkambing hitamkan terlambat bangun, kurang tidurlah, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=93&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">
<p>Kondisi memprihatinkan bisa kita lihat dalam pemberitaan-pemberitaan maupun dalam keseharian yang kita alami sendiri, kantor-kantor pemerintah maupun swasta diberitakan lengan. Pegawainya banyak yang terlambat datang, sementara pada jam kerja banyak yang tertidur, atau banyak yang cepat pulang sebelum waktu pulang. Berbagai alasan pembenaran kerap kita dengar, apakah itu mengkambing hitamkan terlambat bangun, kurang tidurlah, atau mau mempersiapkan hidangan buka pusa.</p>
<p>Apapun alasannya yang pasti bahwa bukan seperti itu sikap yang diharapkan dalam bulan puasa. Bulan puasa seharusnya membuat orang muslim semakin Produktif. Lihat saja, kadang ada orang yang terlambat masuk kerja karena terlambat bangun, atau karena menyelesaikan urusan rumah tangga, keperluan anak-anak dan sebagainya. Hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi di bulan puasa.</p>
<p>Kita disunnahkan bangun lebih pagi untuk makan sahur kemudian shalat subuh. Momen seperti ini seharusnya sudah menjadi kebiasaan kita. Apa yang kita bisa petik hikmah dari kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Bangun lebih pagi menandakan sifat orang yang produktif , segala sesuatunya kita bisa siapkan untuk keperluan aktifitas kita pada hari tersebut. Bayangkan saja apabila kita telah mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan, sementara umat lain belum bangun.</p>
<p>bila diumpamakan dengan perlombaan lari, kita telah melesat jauh kedepan, sementara lawan kita masih bersiap-siap untuk mengambil posisi star. Jadi apa yang membuat umat muslim tertinggal?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=93&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2009/09/01/seharusnya-umat-muslim-lebih-produktif-di-bulan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bakateri Enterobacter Sakazakii (ancaman kesehatan atau persaingan usaha?)</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2008/02/26/bakateri-enterobacter-sakazakii-ancaman-kesehatan-atau-persaingan-usaha/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2008/02/26/bakateri-enterobacter-sakazakii-ancaman-kesehatan-atau-persaingan-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 10:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian yang dilakukan Tim peneliti dari IPB Bogor (Dr. Sri Estuningsih, dkk) tentang penemuan Bakteri Enterobacter Sakazakii yang mencemari  22,73 % susu formula dan 40 persen makanan bayi spontan membuat resah ibu-ibu rumah tangga yang memiliki anak balita dan mengkonsumsi susu formula. Ahli Hispatologi fak. Kedokteran Hewan IPB ini mengungkapkan hasil penelitiannya yang dilakukan sejak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=91&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian yang dilakukan Tim peneliti dari IPB Bogor (Dr. Sri Estuningsih, dkk) tentang penemuan Bakteri Enterobacter Sakazakii yang mencemari  22,73 % susu formula dan 40 persen makanan bayi spontan membuat resah ibu-ibu rumah tangga yang memiliki anak balita dan mengkonsumsi susu formula.</p>
<p>Ahli Hispatologi fak. Kedokteran Hewan IPB ini mengungkapkan hasil penelitiannya yang dilakukan sejak tahun 2003 sampai 2006 dengan menggunakan sebanyak 22 sampel susu formula dan 15 sampel produk makanan bayi.</p>
<p>Penelitiannya menyimpulkan di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit.</p>
<p>Sementara itu Menteri Kesehatan mensinyalisasi penemuan tersebut sebagai persaingan bisnis.  Ia mempertanyakan apa latar belakang dilakukannya penelitian tersebut dan  siapa penyandang dananya. karena sampai saat ini belum ada kasus yang didapatkan akibat dari infeksi bakteri tersebut. ia juga meminta masyarakat agar tidak terlalu resah dan telah memerintahkan BPOM untuk menindak lanjuti masalah ini.</p>
<p>Apapun alasannya, penelitian tersebut mestinya ditanggapi secara posotif dan mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat. Jangan ada tudingan yang negatif karena hal ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Masyarakat mengingkan keterbukaan dari BPOM untuk mengumumkan produk-produk yang terkontaminasi jika memang telah dilakukan investigasi. Jangan melindungi pengusaha dan mengabaikan kesehatan Banyak orang terutama generasi kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/subhankadir.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/subhankadir.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=91&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2008/02/26/bakateri-enterobacter-sakazakii-ancaman-kesehatan-atau-persaingan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Praktik Gerontik SPK Pemda Teluk Bintuni Papua di  PSTW Gau Mabaji Gowa</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2008/02/19/praktik-gerontik-spk-pemda-teluk-bintuni-papua-di-pstw-gau-mabaji-gowa/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2008/02/19/praktik-gerontik-spk-pemda-teluk-bintuni-papua-di-pstw-gau-mabaji-gowa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 01:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi PKK Gerontik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Hari senin tanggal 18 Februari 2008 merupakan hari yang berbeda dari biasanya di PSTW Gau Mabaji Gowa. PSTW Menerima Kedatangan tamu dari belahan timur Indonesia, SPK Pemda Teluk Bintuni Papua. Tamu yang datang dari jauh ini akan melakukan Praktik Keperawatan Komunitas yang rencananya akan dilaksanakan selama 4 hari, yaitu tanggal 18 Februari 2008 sampai dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=90&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari senin tanggal 18 Februari 2008 merupakan hari yang berbeda dari biasanya di PSTW Gau Mabaji Gowa. PSTW Menerima Kedatangan tamu dari belahan timur Indonesia, SPK Pemda Teluk Bintuni Papua.</p>
<p>Tamu yang datang dari jauh ini akan melakukan Praktik Keperawatan Komunitas yang rencananya akan dilaksanakan selama 4 hari, yaitu tanggal 18 Februari 2008 sampai dengan 21 Februari 2008. Selama pelaksanaan Praktik di PSTW Gau Mabaji Gowa peserta praktikan yang berjumlah 38 orang ini menginap di Asrama yang telah disiapkan pihak Panti, mengingat jadwal kegiatan yang begitu padat yang telah di Programkan dari Institusinya. Kegiatan praktik dimulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 18.30 wita.</p>
<p>Kegiatan penerimaan peserta praktik keperawatan komunitas gerontik di laksanakan di Ruang Aula PSTW Gau Mabaji Gowa, yang diterima langsung oleh bapak Kepala Panti Drs. Suryadi Osman.</p>
<p>Dalam sambutan yang dibawakan oleh ibu Koordinator Praktik SPK Teluk Bintuni ibu Ns. Estor Maria, AMd. Keb. S. Kep. menyatakan bahwa Pemerintah Daerah Teluk Bintuni memberikan kepercayaan dan menjalin kerja sama dengan STIKES Stellamaris untuk medidik peserta didik keperawatan ini. Kegitan pembelajaran yang dilaksanakan pada tahun pertama di Teluk Bintuni papu dilanjutkan di Stellamaris Makassar untuk tahun kedua dan ketiga yang sekarang ini telah dijalani.</p>
<p>STIKES Stelamaris yang Telah menjalin kerjasama dengan PSTW Gau Mabaji Gowa dinilai sebagai Institusi Keperawatan yang terbaik dalam mendidik dan melaksanakan praktik keperawatan Gerontik. Penilaian tersebut tidak hanya datang dari Bapak Kepala Panti dan seluruh stafnya akan tetapi juga dirasakan oleh Klien/Lansia yang di PSTW Gau Mabaji.</p>
<p>Satu minggu sebelumnya di PSTW juga telah menerima mahasiswa praktik Gerontik dari Poltekkes Makassar kelas khusus dari Pemda Kab. Gowa yang melaksanakan praktik selama 1 minggu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/subhankadir.wordpress.com/90/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/subhankadir.wordpress.com/90/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=90&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2008/02/19/praktik-gerontik-spk-pemda-teluk-bintuni-papua-di-pstw-gau-mabaji-gowa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berantas Kemiskinan Ala Muhammad Yunus</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2008/01/07/berantas-kemiskinan-ala-muhammad-yunus/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2008/01/07/berantas-kemiskinan-ala-muhammad-yunus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 06:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/2008/01/07/berantas-kemiskinan-ala-muhammad-yunus/</guid>
		<description><![CDATA[Subhan Kadir (perawat dan social worker) Pada 17 Oktober 2007 lalu pemerintah Indonesia dan sebagian besar elemen masyarakat dunia memperingati hari anti kemiskinan dunia yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-bangsa. Peringatan itu diwarnai oleh aksi dukungan juga aksi unjuk keprihatinan masyarakat miskin yang menginginkan moment tersebut tidak hanya dijadikan sebagai wacana dan seremoni tanpa aksi. Sistem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=45&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="right">Subhan  Kadir</div>
<div align="right">(<i>perawat dan social worker</i>)</div>
<p><!-- 		@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Pada 17 Oktober 2007 lalu pemerintah Indonesia dan sebagian besar elemen masyarakat dunia memperingati hari anti kemiskinan dunia yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-bangsa. Peringatan itu diwarnai oleh aksi dukungan juga aksi unjuk keprihatinan masyarakat miskin yang menginginkan moment tersebut tidak hanya dijadikan sebagai wacana dan seremoni tanpa aksi.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Sistem ekonomi Kapitalisme yang menguasai dunia membuat masyarakat meragukan pemberantasan kemiskinan akan dapat dicapai. Hal tersebut wajar karena sistem kapitalisme hanya membuat orang-orang dan negara-negara kaya semakin kaya dan yang miskin semakin terpinggirkan.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Muhammad Yunus dalam memberantas kemiskinan di Negaranya Bangladesh. Aksi ekonomi paling revolusioner yang dilakukannya mendapat pengakuan dunia, dengan menyingkirkan Presiden SBY dalam meraih Nobel Perdamaian 2006 atas kesuksesannya dalam memberantas kemiskinan di Bangladesh lewat program kredit mikro. </font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Pada tahun 1976 Muhammad Yunus mentransformasikan lembaga kreditnya menjadi Bank Formal dengan aturan khusus bernama Grameen Bank (Bank Desa). Program ekonomi ini telah mendorong 42 persen peminjam ke atas garis kemiskinan. Menurut laporan Bank Dunia tahun 2005 menyatakan, Bagladesh telah membuat kemajuan yang mengesankan dalam pengembangan manusia dengan berfokus pada tingkat melek huruf yang bertambah, memperoleh kesetaraan gender dalam sekolah dan mengurangi pertumbuhan penduduk.</font><span id="more-45"></span></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif"><i>Apa yang membedakan Grameen Bank dengan Kredit mikro yang lebih dulu diterapkan  di Indonesia?</i></font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Di Inodenisia pernah diterapkan Kredit Canda Kulak (KCK) dan juga telah kita kenal Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang pada umumnya memberi kredit bagi usaha kecil. Bahkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebenarnya mempunyai misi memberi kredit kepada UKM dengan jangkauan yang lebih luas dari Grameen Bank. BRI merupakan Bank yang memberikan Mikro Lending terbesar di Dunia. Lalu mengapa bukan Indonesia yang menarik perhatian dunia?</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif"><i>Gerakan Pemberdayaan Masyarakat</i></font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Kemiskinan menurut filofofi Grameen tidak hanya disebabkan oleh minimnya keterampilan, karena keterampilan tidak berbanding lurus dengan kualitas hidup seseorang. Dengan kata lain keterampilan bukan ukuran posisi sosio ekonomi seseorang. Keterampilanpun memerlukan dana untuk menatanya. Sementara orang miskin tidak memiliki cukup dana untuk itu. Kalaupun ada sumbangan, itu tidak menuntut pertanggung jawaban, bahkan menciptakan ketergantungan, seperti Bantuan Langsung Tunai yang pernah dilakukan pemerintah. Keluarnya seseorang dari kemiskinan menuntut inisiatif dan kreatifitas. (www. asppuk.or.id)</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Grameen Bank merancang kredit mikro berbasis kepercayaan bukan kontrak legal. Metodologi ini dirancang guna mendorong rasa tanggung jawab dan solidaritas terhadap sesama peminjam dalam suatu komunitas. </font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Grameen Bank telah berhasil mengembangkan konsep Community Development (pengembangan komunitas), dengan penguatan dari sisi Coaching Weekly (pembinaan mingguan), serta pemberlakuan konsep Tanggung-Renteng. Pengalaman Grameen Bank itu kemudian membuktikan bahwa pemberian kredit kepada kaum miskin bukanlah hal yang mustahil, kredit itu telah berperan memotong lingkaran kemiskinan.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">  <font face="Calisto MT, serif"><i>Sistem pelayanan yang beda dari Bank konvensional</i></font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Bank milik orang miskin (Grameen Bank) mempunyai cara pelayanan yang jelas berbeda dengan Bank biasa (Bank Konvensional). Bahkan boleh dikatakan praktek yang dijalankannya berlawanan dengan Bank biasa. Pada Bank biasa prinsipnya adalah semakin banyak orang menyimpan uang, maka semakin banyak pula dia bisa meminjam uang di Bank tersebut. Dengan kata lain semakin miskin anda maka semakin kecil kemungkinannya anda mendapatkan pinjaman. Akibatnya lebih dari setengah populasi dunia terdepak dari pelayanan keuangan konvensional. </font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Sedangkan Grameen Bank menciptakan sistem perbankan yang berbasis pada saling percayaan, akuntabilitas, partisipasi dan kreatifitas. Bahkan memberikan kredit kepada masyarakat termiskin di Desa tanpa perlu adanya agunan. Metodologi Grameen Bank berbasis pada potensi dari orang tersebut bukan pada apa yang dimilikinya. Gramen Bank percaya bahwa setiap manusia termasuk yang miskin sekalipun, diberkati dengan potensi yang banyak.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Gramen Bank bertujuan untuk memberikan pelayanan keuangan kepada kelompok miskin khususnya perempuan guna menolong mereka untuk memerangi kemiskinan. Ada dua misi dari aksi afirmatif ini; pertama pemberdayaan perempuan dengan meningkatkan posisi tawar mereka, baik di ruang privat maupun diruang publik, kedua peningkatan kualitas hidup anak. Riset membuktikan peningkatan ekonomi perempuan berbanding lurus dengan tingkat pendidikan dan kesehatan anak. (asppuk.or.id)</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Bank konvensional membuka kantor dan cabang di pusat kota atau pusat bisnis agar mudah didatangi oleh nasabahnya. Sedangkan Grameen Bank mendirikan kantor cabangnya di Pelosok Desa. Mereka menyadari kenyataan bahwa Bank merupakan suatu yang menakutkan bagi si miskin. Maka Gramen Bank bekerja dengan prinsip bukan nasabah yang mendatangi Bank, tetapi Bank yang mendatangi nasabah. (Bisnis Indonesia)</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Tidak ada instrumen hukum yang diterapkan antara peminjam dan Grameen Bank. Tidak ada keinginan untuk membawa peminjam ke pengadilan guna mengembalikan pinjaman seperti halnya yang diterapkan oleh pihak konvensional. Tidak ada konsep untuk untuk menegakkan perjanjian Pinjam-Meminjam yang dilaksanakan oleh pihak luar. Bank Konvensional sering kali memberikan hukuman dan denda pada peminjamnya yang molor dari perjanjian. Sedangkan Grameen Bank mengijinkan pihak peminjam untuk menjadwal ulang pengembalian pinjamannya tanpa menempatkan mereka sebagai pihak yang salah.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Untuk menjamin pembayaran dari para nasabahnya, Grameen Bank menggunakan sistem yang dinamakan grup solidaritas. Grup-grup kecil ini bersama-sama mengajukan pinjaman, di dalamnya terdapat anggota yang bertindak sebagai penjamin pembayaran. Pinjaman ini mirip dana bergulir, di mana ketika satu anggota telah berhasil mengembalikan pinjaman, dana akan digunakan anggota lainnya. Besar dana yang dipinjam dan yang dikemabalikan di umumkan kepada anggotanya, sehingga dengan tidak langsung menuntut tanggung jawab (akuntabilitas) dan kehormatan si peminjam. (radarlampung.co.id)</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Bila si Peminjam mengalami kesulitan mengembalikan pinjaman, Grameen Bank berusaha keras untuk membantu si Peminjam yang kesulitan dan berupaya menolong mereka meraih kembali kekuatan dan keperacayaan diri untuk mengatasi persoalan yang dihadapi. Bukan mengambil kembali uang yang mereka pinjamkan termasuk mengambil kembali agunan yang dijanjikan. </font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Hal tersebut terjadi karena terjalinnya kegiatan bisnis yang terintegrasi sepenuhnya dengan Community Development baik melalui pendidikan, pemberdayaan perempuan, Keluarga Berencana, maupun peran proaktif dalam memecahkan masalah sosial dan sebagainya. Corporate Social Responsibility (CSR) bukan sekedar kegiatan sampingan tapi justru kegiatan utama.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Di Grameen Bank tidak ada satu kondisipun yang bisa membuat bunga lebih besar dari pinjaman, tidak perduli lamanya pinjaman terbayarkan. Tidak ada bunga yang dibebankan lagi setelah jumlahnya sama dengan pinjaman.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Pada kasus kematian si peminjam, Bank tidak mengalihkan tagihannya ke pihak keluarga yang ditinggalkan. Pinjaman yang diberikan sudah otomatis dilindungi dengan sistem asuransi kematian.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Manajemen Grameen Bank dibentuk dengan gaya yang inovatif, kreatif, dan tidak biasanya. Prinisp operasi yang dibuat disebut dengan Sixteen Decision, yang beberapa diantaranya:</font></p>
<ul>
<li>Kita menerapkan dan mengembangkan 		prinsip; disiplin, persatuan, keberanian, dan kerja keras, sebagai 		panutan dalam hidup.</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Kita membawa kejayaan dalam keluarga</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Tidak tinggal di Rumah yang kumuh 		dan memperbaiki rumah kita sendini mungkin</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Menanam sayuran sepanjang tahun, 		makan sekenyangnya, dan menjual kelebihannya.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Pada musim tanam, menanam bibit 		sebanyak-banyaknya.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Membentuk keluarga sekecil mungkin, 		menghemat biaya, dan menjaga kesehatan.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Mendidik anak-anak dan memastikan 		mampu membiayai pendidikan mereka</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Menjaga kebersihan anak dan 		lingkungan</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Tidak menuntut mahar kawin dalam 		perkawinan anak laki-laki dan sebaliknya, tidak melakukan 		perkawinan dibawah umur</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Tidak melakukan hal-hal yang 		melanggar rasa keadilan dan menentang perbuatan yang tidak adil</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> 		<font face="Calisto MT, serif">Secara kolektif melakukan investasi 		untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar dan seterusnya.</font></p>
</li>
</ul>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Sangat sederhana dan kedengaran nyeleneh, tetapi mengandung pesan moral yang bijak, budi pekerti, pendidikan, dan keteladanan dalam hidup. Disamping jelas menunjukkan diferensiasi yang unik dalam mengelola Bank buat si Miskin<br />
<i></i></font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><b><font face="Calisto MT, serif">Pencapaian Grameen Bank.</font></b></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Keberadaan Grameen Bank selama 30 tahun memang tidak serta merta membuat Bangladesh menjadi negara yang makmur. Namun terlihat jelas bahwa perkembangannya sungguh menggembirakan. Hingga Mei 2006 tercatat 6,67 Juta orang peminjam, 97 persennya adalah perempuan. Grameen Bank kini memiliki 2.247 Cabang. Memberikan pelayanan di 72.096 desa, dan mencakup lebih dari 86 persen dari total desa-desa yang ada di Bangladesh. Jumlah pegawainya sebanyak 18.795 orang.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Grameen Bank telah meminjamkan sekitar USD 3 Miliar. Total kredit yang telah dikucurkan sebesar 98,85 persen kembali, dan uniknya seluruh kredit yang dikucurkan dalam bentuk Non-Collateral Loan (pinjaman tanpa agunan). (Kompas, 18 Oktober 2006). </font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Bank tersebut mampu menyalurkan kredit Puluhan Juta Dollar AS per bulan kepada 6,6 Juta warga miskin yang menjadi peminjammnya. Dihitung dari sejak berdirinya Grameen Bank sudah mengucurkan 290,03 Miliar Taka (mata uang Bangladesh) atau setara 5,72 Miliar dolar AS. Grameen Bank juga setiap tahunnya mengantongi laba, kecuali pada tahun 1983, 1991, dan 1992.</font></p>
<p style="text-indent:0.55in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Pengalaman Grameen Bank tentunya patut dicermati sebagai suatu metode dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Yunus dalam kunjungannya ke Indonesia menyarankan kepada Bapak Susilo Bambang Yudoyono untuk lebih membuka kesempatan bagi masyarakat miskin dan usaha kecil menengah di Indonesia agar lebih mudah mendapatkan kredit, artinya saatnyalah pemerintah mereplikasi keberhasilan program Grameen Bank dalam pengentasan kemiskinan di Bangladesh.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/subhankadir.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/subhankadir.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=45&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2008/01/07/berantas-kemiskinan-ala-muhammad-yunus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat puasa bagi kesehatan</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2007/09/14/manfaat-puasa-bagi-kesehatan/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2007/09/14/manfaat-puasa-bagi-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2007 08:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/2007/09/14/manfaat-puasa-bagi-kesehatan/</guid>
		<description><![CDATA[Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat. Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan. Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup. Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=26&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat.</li>
<li>Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan.</li>
<li>Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup.</li>
<li>Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh.</li>
<li>Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.</li>
<li><u>Memperbaiki fungsi hormon</u> yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh. Hormon dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan hipofisis sebagai reaksi tubuh terhadap berbagai tekanan dan stres lingkungan. Kekurangan atau kelebihan produksi hormon tertentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Misal ketika mengalami stres, hormon insulin dan adrenalin yang mengatur waktu lapar terganggu sehingga nafsu makan hilang atau bahkan datang lebih cepat. Kekurangan produksi hormon insulin berakibat munculnya penyakit diabetes, sedangkan bila berlebihan tubuh akan menderita hiperglikemia. Pada saat puasa orang akan bersabar dan berusaha menahan amarah dan senantiasa pasrah pada Tuhan. Hal itu akan membuat fungsi hormon berjalan normal sehingga irama hidup lebih harmonis.</li>
<li><u>Meremajakan sel-sel tubuh</u>. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.</li>
<li><u>Meningkatkan fungsi organ tubuh</u>. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam.</li>
<li><u>Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi</u>. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis.</li>
</ul>
<p>(dikutip dari tulisan Mohamad Harli, <a href="http://www.kompas.com/kesehatan/news/0410/18/102420.htm" title="Puasan tidak mengurangi kualitas sperma">Selengkapnya</a>)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/subhankadir.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/subhankadir.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=26&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2007/09/14/manfaat-puasa-bagi-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jerawat</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2007/09/10/jerawat/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2007/09/10/jerawat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 01:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/2007/09/10/jerawat/</guid>
		<description><![CDATA[JERAWAT ?? Subhan Kadir, S.Kep.  Hampir semua remaja maupun dewasa muda pernah mengalami masalah berjerawat, namun dengan derajat yang berbeda-beda. Ada yang ringan dan ada yang berat sampai menimbulkan bekas yang dalam (keropeng). Usia yang paling sering kena masalah ini adalah usia 13 sampai 29 tahun. Namun dapat terjadi pada usia yang lebih muda atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=21&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>    	 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in } 		P { margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0in; direction: ltr; text-align: justify } 		H1 { margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0in; direction: ltr; text-align: justify } 		H1.western { font-family: "Gecko"; font-size: 16pt; font-weight: medium } 		H1.cjk { font-family: "Bitstream Vera Sans"; font-size: 16pt; font-weight: medium } 		H1.ctl { font-family: "Lucidasans"; font-size: 16pt; font-weight: medium } 		H2 { margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; direction: ltr; text-align: right } 		H2.western { font-family: "Nimbus Roman No9 L", serif; font-size: 12pt } 		H2.cjk { font-family: "Bitstream Vera Sans"; font-size: 12pt } 		H2.ctl { font-family: "Lucidasans"; font-size: 12pt } 	--></p>
<h1 class="western" align="center"><font size="5">JERAWAT ??</font></h1>
<p align="right"><em>Subhan Kadir, S.Kep. </em></p>
<p><a href="http://subhankadir.files.wordpress.com/2007/09/dsc_7495.jpg" title="dsc_7495.jpg"><img src="http://subhankadir.files.wordpress.com/2007/09/dsc_7495.jpg?w=79&#038;h=102" alt="dsc_7495.jpg" align="left" border="1" height="102" hspace="15" vspace="15" width="79" /></a>Hampir semua remaja maupun dewasa muda pernah mengalami masalah berjerawat, namun dengan derajat yang berbeda-beda. Ada yang ringan dan ada yang berat sampai menimbulkan bekas yang dalam (keropeng). Usia yang paling sering kena masalah ini adalah usia 13 sampai 29 tahun. Namun dapat terjadi pada usia yang lebih muda atau usia yang lebih tua.</p>
<p align="justify">Dalam bahasa medisnya jerawat dikenal dengan <em>akne vulgaris</em>. Ada bermacam-macam persepsi awam tentang penyebab penyakit ini. Mulai dari dugaan tentang faktor makanan, kurang personal higiene (kurang bersih), karena <em>puber</em> (doyan pacaran) dan lain-lain. Dan dari berbagai persepsi penyebab penyakit ini mengakibatkan penanganan yang bermacam-macam juga.</p>
<p><span id="more-21"></span>Secara medis jerawat didefenisikan sebagai suatu penyakit radang menahun dari unit <em>pilosebasea</em> disertai penimbunan <em>keratin</em> dan penyumbatan kelenjar <em>sebasea</em>. Yang  ditandai dengan adanya <em>komedo, papel</em> (peninggian kulit kurang dari 1 cm), <em>pustul</em> (peninggian kulit berisi pus), <em>nodulus</em> (kerusakan kulit lebih dalam sampai dibawah kulit) dan <em>kista</em> (jaringan parut) di tempat-tempat predileksi tertentu seperti muka, leher, dada, punggung bagian atas.</p>
<p>Jerawat tidak disebabkan oleh makanan, minuman, kurang bersih, atau puber . Tapi masalah tersebut diatas dapat menjadi faktor pencetus kambuhnya jerawat. Penyebab jerawat yang pasti adalah interaksi antara <em>faktor genetik, endokrin, dan bakterial</em>.</p>
<p>Pada masa pubertas hormon <em>androgen</em> (hormon sex) mengalami peningkatan. Hormon ini meransang kelenjar sebasea dan menyebabkan kelenjar tersebut membesar dan mengeluarkan minyak alami yang disebut dengan <strong><em>sebum</em></strong>. Sebum ini merembes naik hingga folikel rambut dan mengalir keluar sampai permukaan kulit (<em>ductus pilosebaseus</em>).</p>
<p>Jerawat timbul jika saluran keluarnya (ductus pilosebaseus) tersumbat. Menyebabkan penumpukan sebum, sebum yang menumpuk ini akan membentuk komedo (berasal dari lipid dan minyak). Komedo inilah yang nampak putih berupa papula kecil pada kulit (<em>whitehead</em>). Komedo yang tertutup ini dapat berubah menjadi komedo terbuka (<em>blackhead</em>), dimana terdapat saluran yang menghubungkan antara cairan dengan lingkungan luar.</p>
<p>Bila personal higiene tidak terjaga misalnya malas mencuci muka, atau sering memencet jerawat, komedo yang terbuka ini dapat menjadi port the entry (jalan masuk) mikro organisme yang akan menyebabkan inflamasi. Reaksi inflamasi dapat juga disebabkan oleh kerja bakteri tertentu (<em>propionibacterium acnes</em>) yang hidup dalam folikel rambut. Reaksi inflamasi ini yang menyebabkan perubahan kulit menjadi jaringan parut yang berbekas.</p>
<p><em>Bagaimana menanganinya</em>? Pada kasus-kasus yang ringan tindakan yang diperlukan mungkin hanya dengan membasuh muka dua kali sehari dengan menggunakan sabun yang lembut. Menggosok muka terlalu sering tidak dianjurkan apalagi dengan menggunakan sabun yang keras, karena ini akan menimbulkan iritasi kulit dan memicu bertambanya jerawat. Diet dengan membatasi konsumsi cokelat, cola, gorengan atau produk susu. Jangan memencet jerawat karena ini akan menyebabkan jerawat akan bertambah parah dan bisa menimbulkan komplikasi yang serius.</p>
<p>Ada banyak pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat. Diataranya dengan <em>farmakoterapi topikal</em> (pengobatan luar), antara lain pemberian <em>preparat benzoil peroksida</em>, asam vitamin A (<em>tretinoin</em>), dan <em>anti biotik topikal</em>. Dengan terapi sistemik antara lain pemberian <em>anti biotik sistemik</em>, <em>retinoid oral</em> (vitamin A), dan terapi hormon (<em>preparat estrogen dan progesteron</em>). Jenis terapi lainnya dengan terapi bedah misalnya ekstraksi (pengangkatan) komedo, penyuntikan kortikosteroid ke dalam lesi yang mengalami inflamasi, serta <em>drainase</em> pada lesi kistik noduler yang berukuran besar.</p>
<p>Namun beberapa orang tidak cocok dengan salah satu bentuk pengobatan diatas. Sehingga memerlukan seleksi pengobatan yang tepat, jalan yang aman dan terbaik salah satunya degan meminta saran dari dokter ahli kulit.</p>
<p>Dan yang perlu diingat dalam pengobatan ini memerlukan waktu yang cukup lama (4 sampai 6 minggu atau lebih), sehingga memerlukan kesabaran, jangan sampai pengobatan belum menunjukkan hasil lalu perpindah menggunakan obat yang lain. Kecuali apabila pengobatan menimbulkan efek samping.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/subhankadir.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/subhankadir.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=21&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2007/09/10/jerawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://subhankadir.files.wordpress.com/2007/09/dsc_7495.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc_7495.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>organ elminasi urine</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/organ-elminasi-urine/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/organ-elminasi-urine/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2007 09:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebutuhan Dasar Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/organ-elminasi-urine/</guid>
		<description><![CDATA[ELIMINASI URINE Sistem Tubuh Yang Berperan Dalam Eliminasi Urine Sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya proses eliminasi urine adalah ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Gambar 1. Sistem Urinaria Ginjal Ginjal adalah organ yang berbentuk seperti kacang berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12,5 cm dan tebalnya 2,5 cm (kurang lebih sebesar kepalan tangan). Beratnya antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=13&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--><font face="Calisto MT, serif"><font size="4">ELIMINASI URINE</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Calisto MT, serif"><font size="4">Sistem Tubuh Yang Berperan Dalam Eliminasi Urine</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya proses eliminasi urine adalah <em>ginjal, ureter, kandung kemih</em>, dan <em>uretra</em>.</font></span><span id="more-13"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><img src="http://subhankadir.wordpress.com/wp-admin/" align="bottom" border="0" /></p>
<p style="margin-left:0.2in;margin-bottom:0;" align="center"> <font face="Calisto MT, serif">Gambar 1.</font></p>
<p style="margin-left:0.2in;margin-bottom:0;" align="center"> <font face="Calisto MT, serif">Sistem Urinaria</font></p>
<p style="margin-left:0.2in;" align="justify"><font face="Calisto MT, serif"><font size="4">Ginjal</font></font></p>
<p style="margin-left:0.2in;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Ginjal adalah organ yang berbentuk seperti kacang berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12,5 cm dan tebalnya 2,5 cm (kurang lebih sebesar kepalan tangan). Beratnya antara 125-175 g pada laki-laki dan 115-155 g pada wanita. Ginjal terletak pada dinding abdomen posterior berdekatan dengan dua pasang iga terakhir, dan merupakan organ retroperitoneal. Terdiri atas dua yaitu kiri dan kanan. </font></span></p>
<p style="margin-left:0.2in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif">Ginjal berfungsi :</font></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Mengeluarkan 	zat sisa organik. </font></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Calisto MT, serif">Mengeluarkan 	konsentrasi ion penting</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Calisto MT, serif">Pengaturan 	keseimbangan asam basa tubuh</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Calisto MT, serif">Produksi 	sel darah merah</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Calisto MT, serif">Pengaturan 	tekanan darah</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Calisto MT, serif">Pengendalian 	terbatas terhadap konsentrasi glukosa darah atau asam amino darah</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Calisto MT, serif">Pengeluaran 	zat beracun.</font></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:0.2in;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Unit fungsional dari ginjal adalah nefron, satu ginjal mengandung 1-4 juta Nefron yang merupkan unit pembentuk urine.</font></span></p>
<p style="margin-left:0.2in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif"><font size="4">Ureter</font></font></p>
<p style="margin-left:0.2in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Menghubungnkan ginjal dan kandung kemih. Setiap ureter panjangnya 25 cm -30 cm dan berdiameter 4-6mm. Otot ureter memiliki aktifitas peristaltik intrinsik, yang berfungsi untuk mengalirkan urine ke kandung kemih.</font></span></p>
<p style="margin-left:0.2in;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Ureter menyempit pada tiga titik; dititik asal ureter, di titik saat melewati pinggiran pelvis, dan di titik saat pertemuannya dengan kandung kemih. Batu ginjal dapat tersangkut ditempat ini, dan mengakibatkan nyeri dan disebut kolik ginjal.</font></span></p>
<p style="margin-left:0.2in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font size="4"><font face="Calisto MT, serif">Kandung Kemih</font></font></span></p>
<p style="margin-left:0.2in;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Kandung kemih (<em>Buli-buli/bladder</em>) merupakan sebuah kantong yang terdiri atas otot halus, berfungsi menampung urine. Dalam kandung kemih terdapat beberapa lapisan jaringan otot yang paling dalam, memanjang ditengah, dan melingkar yang disebut sebagai <em>destrusor, </em>berfungsi untuk mengeluarkan urine bila terjadi kontraksi. </font></span></p>
<p style="margin-left:0.2in;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Pada dasar kandung kemih terdapat lapisan tengan jaringan otot berbentuk lingkaran bagian dalam atau disebut sebagai otot lingkar  yang berfungsi menjaga saluran antara kandung kemih dan uretra, sehingga uretra dapat menyalurkan urine dari kandung kemih keluar tubuh.</font></span></p>
<p style="margin-left:0.2in;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Penyaluran ransangan kekandung kemih dan ransangan motoris ke otot lingkar bagian dalam diatur oleh sistem simpatis. Akibat dari ransangan ini, otot lingkar menjadi kendur dan terjadi kokntraksi sfingter bagian dalam sehingga urine tetap tinggal dalam kandung kemih. Sistem para simpatis menyalurkan  ransangan motoris kandung kemih dan ransangan penghalang ke bagian dalam otot lingkar. Rangansang aini dapat menyebabkan terjadinya kontraksi otot destrusor dan kendurnya sfingter.</font></span></p>
<p style="margin-left:0.2in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Calisto MT, serif"><font size="4">Uretra</font></font></p>
<p style="margin-left:0.2in;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Uretra merupakan organ yang berfungsi menyelurkan urine ke bagian luar. Fungsi uretra pada wanita berbeda dengan yang terdapat pada laki-laki. Pada laki-laki, uretra digunakan sebagai tempat pengaliran urine dan sistem reproduksi, berukuran panjang 13,7-16,2 cm, dan terdiri dari tiga bagian; yaitu prostat, selaput (membran) dan bagian yang berongga (ruang). Pada wanita panjang 3,7-6,2 cm dan hanya berfungsi sebagai tempat penyaluran urine kebagian luar tubuh.</font></span></p>
<p style="margin-left:0.2in;margin-bottom:0.17in;" align="justify"><span><font face="Calisto MT, serif">Saluran berkemih dilapisi oleh membran mukosa, dimulai dari meatus uretra hingga ginjal. Meskipun mikroorganisme sercara normal tidak ada yang bisa melewati uretra bagian bawah, membran mukosa ini  pada keadaan patologis yang terus menerus akan menjadikannya media yang baik untuk pertumbuhan beberapa patogen.</font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/subhankadir.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/subhankadir.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=13&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/organ-elminasi-urine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://subhankadir.wordpress.com/wp-admin/" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Decubitus</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/decubitus/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/decubitus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2007 08:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perawatan Geriatri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/decubitus/</guid>
		<description><![CDATA[DEKUBITUS Oleh: Subhan Kadir, S.Kep. PENDAHULUAN Kita kehilangan sekitar satu gram sel kulit setiap harinya karena gesekan kulit pada baju dan aktivitas higiene yang dilakukan setiap hari seperti mandi. Dekubitus dapat terjadi pada setiap tahap umur, tetapi hal ini merupakan masalah yang khusus pada lansia. Khsusnya pada klien dengan imobilitas. Seseorang yang tidak im-mobil yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=12&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="center"> <font face="Arial, sans-serif"><strong>DEKUBITUS</strong></font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="right"> <em>Oleh: Subhan Kadir, S.Kep.</em></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">PENDAHULUAN</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Kita kehilangan sekitar satu gram sel kulit setiap harinya karena gesekan kulit pada baju dan aktivitas higiene yang dilakukan setiap hari seperti mandi.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Dekubitus dapat terjadi pada setiap tahap umur, tetapi hal ini merupakan masalah yang khusus pada lansia. Khsusnya pada klien dengan imobilitas.</font></span><span id="more-12"></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Seseorang yang tidak im-mobil yang tidak berbaring ditempat tidur sampai berminggu-minggu tanpa terjadi dekubitus karena dapat berganti posisi beberapa kali dalam sejam. Penggantian posisi ini, biarpun hanya bergeser, sudah cukup untuk mengganti bagian tubuh yang kontak dengan alas tempat tidur.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Sedangkan im-mobilitas hampir menyebabkan dekubitus bila berlangsung lama. Terjadinya ulkus disebabkan ganggual aliran darah setempat, dan juga keadaan umum dari penderita.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan dibawah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Walaupun semua bagian tubuh mengalami dekubitus, bagian bawah dari tubuhlah yang terutama beresiko tinggi dan membutuhkan perhatian khsus.</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Area yang biasa terjadi dekubitus adalah tempat diatas tonjolan tulang dan tidak dilindungi oleh cukup dengan lemak sub kutan, misalnya daerah sakrum, daerah trokanter mayor dan spina ischiadica superior anterior, daerah tumit dan siku.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Dekubitus merupakan suatu hal yang serius, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada penderita lanjut usia. Dinegara-negara maju, prosentase terjadinya dekubitus mencapai sekitar 11% dan terjadi dalam dua minggu pertama dalam perawatan.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Usia lanjut mempunyai potensi besar untuk terjadi dekubitus karena perubahan kulit berkaitan dengan bertambahnya usia antara lain:</font></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Berkurangnya jaringan lemak subkutan</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Berkurangnya jaringan kolagen dan 	elastin</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Menurunnya efesiensi kolateral 	kapiler pada kulit sehingga kulit menjadi lebih tipis dan rapuh.</font></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">TIPE ULKUS DEKUBITUS</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk penyembuhan dari suatu ulkus dekubitus dan perbedaan temperatur dari ulkus dengan kulit sekitarnya, dekubitus dapat dibagi menjadi tiga;</font></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Tipe normal</font></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Mempunyai beda temperatur sampai dibawah lebih kurang 2,5<sup>o</sup>C dibandingkan kulit sekitarnya dan akan sembuh dalam perawatan sekitar 6 minggu. Ulkus ini terjadi karena iskemia jaringan setempat akibat tekanan, tetapi aliran darah dan pembuluh-pembuluh darah sebenarnya baik.</font></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Tipe arterioskelerosis</font></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Mempunyai beda temperatur kurang dari 1<sup>o</sup>C antara daerah ulkus dengan kulit sekitarnya. Keadaan ini menunjukkan gangguan aliran darah akibat penyakit pada pembuluh darah (arterisklerotik) ikut perperan untuk terjadinya dekubitus disamping faktor tekanan. Dengan perawatan, ulkus ini diharapkan sembuh dalam 16 minggu.</font></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Tipe terminal</font></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Terjadi pada penderita yang akan meninggal dunia dan tidak akan sembuh.</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">PATOFISIOLOGI TERJADINYA DEKUBITUS</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Tekanan daerah pada kapiler berkisar antara 16 mmHg-33 mmHg. Kulit akan tetap utuh karena sirkulasi darah terjaga, bila tekanan padanya masih berkisar pada batas-batas tersebut. Tetapi sebagai contoh bila seorang penderita immobil/terpancang pada tempat tidurnya secara pasif dan berbaring diatas kasur busa maka tekanan daerah sakrum akan mencapai 60-70 mmHg dan daerah tumit mencapai 30-45 mmHg.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Tekanan akan menimbulkan daerah iskemik dan bila berlanjut terjadi nokrosis jaringan kulit. Percobaan pada binatang didapatkan bahwa sumbatan total pada kapiler masih bersifat reversibel bila kurang dari 2 jam. Seorang yang terpaksa berbaring berminggu-minggu tidak akan mengalami dakubitus selama dapat mengganti posisi beberapa kali perjammnya.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Selain faktor tekanan, ada beberapa faktor mekanik tambahan yang dapat memudahkan terjadinya dekubitus;</font></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Faktor 	teregangnya kulit misalnya gerakan meluncur ke bawah pada penderita 	dengan posisi dengan setengah berbaring</font></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Faktor terlipatnya kulit akiab gesekan badan yang sangat kurus dengan alas tempat tidur, sehingga seakan-akan kulit “tertinggal” dari area tubuh lainnya.</font></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Faktor teragannya kulit akibat daya luncur antara tubuh dengan alas tempatnya berbaring akan menyebabkan terjadinya iskemia jaringan setempat.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Keadaan ini terjadi bila penderita immobil, tidak dibaringkan terlentang mendatar, tetapi pada posisi setengah duduk. Ada kecenderungan dari tubuh untuk meluncur kebawah, apalagi keadaannya basah. Sering kali hal ini dicegah dengan memberikan penhalang, misalnya bantal kecil/balok kayu pada kedua telapak kaki. Upaya ini hanya akian mencegah pergerakan dari kulit, yang sekarang terfiksasi dari alas, tetapi rangka tulang tetap cederung maju kedepan. Akibatnya terjadi garis-garis penekanan/peregangan pada jaringan subkutan yang sekan-akan tergunting pada tempat-tempat tertentu, dan akan terjadi penutupan arteriole dan arteri-arteri kecil akibat terlalu teregang bahkan sampai robek. Tenaga menggunting ini disebut <em>Shering Forces</em>.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Sebagai tambahan dari shering forces ini, pergerakan dari tubuh diatas alas tempatnya berbaring, dengan fiksasi kulit pada permukaan alas akan menyebabkan terjadinya lipatan-lipatan kulit (skin folding). Terutama terjadi pada penderita yang kurus dengan kulit yang kendur. Lipatan-lipatan kulit yang terjadi ini dapat menarik/mengacaukan (distorsi) dan menutup pembuluh-pembuluh darah.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Sebagai tambahan dari efek iskemia langsung dari faktor-faktor diatas, masih harus diperhatikan terjadinya kerusakan edotil, penumpukan trombosit dan edema. Semua inidapat menyebabkan nekrosis jarigan akibat lebih terganggunya aliran darah kapiler. Kerusakan endotil juga menyebabkn pembuluh darah mudah rusak bila terkena trauma.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Faktor tubuh sendiri (faktor intrinsik) juga berperan untuk terjadinya dekubitus antara lain; </font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">FAKTOR INTRINSIK</font></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Selama 	penuaan, regenerasi sel pada kulit menjadi lebih  lambat sehingga 	kulit akan tipis (tortora &amp; anagnostakos, 1990)</font></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Kandungan kolagen pada kulit yang berubah menyebabkan elastisitas kulit berkurang sehingga rentan mengalami deformasi dan kerusakan.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Kemampuan sistem kardiovaskuler yang menurun dan sistem arteriovenosus yang kurang kompeten menyebabkan penurunan perfusi kulit secara progresif.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Sejumlah penyakit yang menimbulkan seperti DM yang menunjukkan insufisiensi kardiovaskuler perifer dan penurunan fungsi kardiovaskuler seperti pada sistem pernapasan menyebabkan tingkat oksigenisasi darah pada kulit menurun.</font></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Status gizi, underweight atau 	kebalikannya overweight</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Anemia</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Hipoalbuminemia yang mempermudah terjadinya dekubitus dan memperjelek penyembuhan dekubitus, sebaliknya bila ada dekubitus akam menyebabkan kadar albumin darah menurun</font></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Penyakit-penyakit neurologik, 	penyakit-penyakit yang merusak pembuluh darah, juga mempermudah dan 	meperjelek dekubitus</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Keadaan hidrasi/cairan tubuh perlu 	dinilai dengan cermat.</font></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">FAKTOR EKSTRINSIK</font></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Kebersihan tempat tidur, </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">alat-alat tenun yang kusut dan kotor, atau peralatan medik yang menyebabkan penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu juga memudahkan terjadinya dekubitus.</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Duduk yang buruk </font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Posisi yang tidak tepat</font></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Perubahan posisi yang kurang</font></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">PENAMPILAN KLINIS DARI DEKUBITUS</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Karakteristik penampilan klinis dari dekubitus dapat dibagi sebagai berikut;</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">   	 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--> 	</p>
<table border="1" cellpadding="7" cellspacing="0" width="100%">
<tr valign="top">
<td width="26%">
<p style="margin-top:0.08in;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Derajat 			I</font></p>
</td>
<td width="74%">
<p style="margin-top:0.08in;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">Reaksi 			peradangan masih terbatas pada epidermis, tampak sebagai daerah 			kemerahan/eritema indurasi atau lecet.</font></p>
</td>
</tr>
</table>
<p> 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Mengingat patofisiologi terjadinya dekubitus adalah penekanan pada daerah-daerah tonjolan tulang, harusla diingat bahwa kerusakan jaringan dibawah tempat yang mengalami dekubitus adalah lelih luas dari ulkusnya.</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">PENGELOLAAN DEKUBITUS</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Pengelolaan dekubitus diawali dengan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya dekubitus dengan mengenal penderita risiko tinggi terjadinya dekubitus, misalnya pada penderita yang immobil dan konfusio.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Usaha untuk meremalkan terjadinya dekubitus ini antara lain dengan memakai sistem skor Norton. Skor dibawah 14 menunjukkan adanya risiko tinggi untuk terjadinya dekubitus. Dengan evaluasi skor ini dapat dilihat perkembangan penderita </font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Tindakan berikutnya adalan menjaga kebersihan penderita khususnya kulit, dengan memandikan setiap hari. Sesudah keringkan dengan baik lalu digosok dengan lotion, terutama dibagian kulit yang ada pada tonjolan-tonjolan tulang. Sebaiknya diberikan massase untuk melancarkan sirkulasi darah, semua ekskreta/sekreta harus dibersihkan dengan hati-hati agari tidak menyebabkan lecet pada kulit penderita.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Tindakan selanjutnya yang berguna baik untuk pencegahan maupun setelah terjadinya dekubitus adalah:</font></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 	<font face="Arial, sans-serif">Meningkatkan status kesehatan 	penderita;</font></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">umum; memperbaiki dan menjaga keadaan umum penderita, misalnya anemia diatasi, hipoalbuminemia dikoreksi, nutirisi dan hidarasi yang cukup, vitamin (vitamin C) dan mineral (Zn) ditambahkan.</font></p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">khusus; coba mengatasi/mengoabati penyakit-penyakit yang ada pada penderita, misalnya DM.</font></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Mengurangi/memeratakan 	faktor tekanan yang mengganggu aliran darah;</font></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 		<span><font face="Arial, sans-serif">Alih posisi/alih baring/tidur selang seling, paling lama tiap dua jam. Keberatan pada cara ini adalah ketergantungan pada tenaga perawat yang kadang-kadang sudah sangat kurang, dan kadang-kadang mengganggu istirahat penderita bahkan menyakitkan.</font></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 		<span><font face="Arial, sans-serif">Kasur khusus untuk lebih memambagi rata tekan yang terjadi pada tubuh penderita, misalnya; kasur dengan gelembung tekan udara yang naik turun, kasur air yang temperatur airnya dapat diatur. (keberatan alat canggih ini adalah harganya mahal, perawatannya sendir harus baik dan dapat ruasak)</font></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> 		<span><font face="Arial, sans-serif">Regangan kulit 		dan lipatan kulit yang menyebabkan sirkulasi darah setempat 		terganggu, dapat dikurangi antara lain;</font></span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Menjaga 	posisi penderita, apakah ditidurkan rata pada tempat tidurnya, atau 	sudah memungkinakan untuk duduk dikursi.</font></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Bantuan 	balok penyangga  kedua kaki, bantal-bantal kecil utuk menahan tubuh 	penderita, “kue donat” untuk tumit, </font></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Diluar 	negeri sering digunakan kulit domba dengan bulu yang lembut dan 	tebal sebagai alas tubuh penderita.</font></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-left:0.5in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Bagitu tampak kulit yang hiperemis pada tubuh penderita, khsusnya pada tempat-tempat yang sering terjadi dekubitus, semua usaha-usahan diatas dilakukan dengan lebih cermat untuk memperbaiki iskemia yang terjadi, sebab sekali terjadi kerusakan jaringa upaya penyembuhan akan lebih rumit.</font></span></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><span><font face="Arial, sans-serif">Bila sudah terjadi dekubitus, tentukan stadium dan tindakan medik menyesuaikan apa yang dihadapi:</font></span></p>
<ul>
<li><font face="Arial, sans-serif">Dekubitus derajat I</font></li>
</ul>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Dengan reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis; </font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">kulit yang kemerahan dibersihkan hati-hati dengan air hangat dan sabun, diberi lotion, </font><span><font face="Arial, sans-serif">kemudian dimassase 2-3 kali/hari.</font></span></p>
<ul>
<li><font face="Arial, sans-serif">Dekubitus derajat II</font></li>
</ul>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Dimana sudah terjadi ulkus yang dangkal; </font></p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Perawatan luka harus memperhatikan syarat-syarat aseptik dan antiseptik. </font></span></p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Daerah bersangkutan digesek dengan es dan dihembus dengan udara  hangat bergantian untuk meransang sirkulasi. </font></span></p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Dapat diberikan salep topikal, mungkin juga untuk meransang tumbuhnya jaringan muda/granulasi, </font></span></p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Penggantian balut dan salep ini jangan terlalu sering  karena malahan dapat merusakkan pertumbuhan jaringan yang diharapkan.</font></span></p>
<ul>
<li><font face="Arial, sans-serif">Dekubitus derajat III</font><span></span></li>
</ul>
<blockquote><p><span><font face="Arial, sans-serif">    Dengan ulkus yang sudah dalam, menggaung sampai pada bungkus otot     dan sering sudah ada infeksi; </font></span></p></blockquote>
<blockquote>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Usahakan luka selalu bersih dan eksudat disusahakan dapat mengalir keluar. </font></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Balut jangan terlalu tebal dan sebaliknya transparan sehingga permeabel untuk masukknya udara/oksigen dan penguapan. </font></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Kelembaban luka dijaga tetap basah, karena akan mempermudah regenarasi sel-sel kulit. </font></span><font face="Arial, sans-serif">Jika luka kotor dapat dicuci dengan larutan NaCl fisiologis.</font> <font face="Arial, sans-serif">Antibiotik sistemik mungkin diperlukan.</font></p>
</blockquote>
<ul>
<li><font face="Arial, sans-serif">Dekubitus derajat IV</font></li>
</ul>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<blockquote><p><font face="Arial, sans-serif">Dengan perluasan ulkus sampai pada dasar tulang dan sering pula diserta jaringan nekrotik;</font></p></blockquote>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Semua langkah-langkah diatas tetap dikerjakan dan jaringan nekrotik yang adal harus dibersihkan , sebaba akan menghalangi pertumbuhgan jaringan/epitelisasi.</font></span></p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Beberapa preparat enzim coba diberikan untuk usaha ini, dengan tujuan mengurangi perdarahan, dibanding tindakan bedah yang juga merupakan alternatif lain. Setelah jaringan nekrotik dibuang danluka bersih, penyembuhan luka secara alami dapat diharapkan.</font></span></p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Beberapa usaha mempercepat adalah antara lain dengan memberikan oksigenisasi pada daerah luka, </font></p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Tindakan dengan ultrasono untuk membuka sumbatan-sumbatan pembuluh darah dan sampai pada transplantasi kulit setempat.</font></p>
<p style="margin-left:0.24in;margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <font face="Arial, sans-serif">Angka mortalitas dekubitus derajat IV ini dapat mencapai 40%.</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Arial, sans-serif">SKOR NORTON UNTUK MENGUKUR RISIKO DEKUBITUS.</font></p>
<p style="margin-top:0.08in;margin-bottom:0;" align="justify"> <span><font face="Arial, sans-serif">Risiko dekubitus jika skor total ≤ 14</font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/subhankadir.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/subhankadir.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=12&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/decubitus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demam</title>
		<link>http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/demam/</link>
		<comments>http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/demam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Aug 2007 08:30:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Kadir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/demam/</guid>
		<description><![CDATA[DEMAM Diberi kompres dingin apa hangat ?? &#160; oleh: Subhan Kadir, S.Kep. Kasus demam paling sering kita jumpai, saat adik kita, ponakan, atau ada keluarga lain yang mengalaminya. Kalau saat itu situasinya memungkinkan mungkin kita tidak terlalu panik, dibawa saja kedokter, atau berikan saja obat penurun panas. Tetapi pada kondisi dimana hal ini tidak memungkinkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=11&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 8.27in 11.69in; margin: 0.79in } 		H1 { margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; direction: ltr; text-align: justify } 		H1.western { font-family: "Academy Engraved LET"; font-size: 18pt; font-weight: medium } 		H1.cjk { font-family: "Bitstream Vera Sans"; font-size: 18pt; font-weight: medium } 		H1.ctl { font-family: "Lucidasans"; font-size: 18pt; font-weight: medium } 		H2 { margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; direction: ltr; text-align: right } 		H2.western { font-family: "Nimbus Roman No9 L", serif; font-size: 12pt } 		H2.cjk { font-family: "Bitstream Vera Sans"; font-size: 12pt } 		H2.ctl { font-family: "Lucidasans"; font-size: 12pt } 		P { margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0in; direction: ltr; text-align: justify } 	--></p>
<h1 class="western" align="center"><font size="6">DEMAM</font></h1>
<p style="margin-top:0;" align="center"><font size="5"><em>Diberi kompres dingin apa hangat ??</em></font></p>
<p style="margin-top:0;" align="center">&nbsp;</p>
<p>oleh: Subhan Kadir, S.Kep.</p>
<p><a href="http://subhankadir.files.wordpress.com/2007/08/chu-nur.jpg" title="chu-nur.jpg"><img src="http://subhankadir.files.wordpress.com/2007/08/chu-nur.jpg?w=92&#038;h=124" alt="chu-nur.jpg" align="left" height="124" width="92" /></a>Kasus demam paling sering kita jumpai, saat adik kita, ponakan, atau ada keluarga lain yang mengalaminya. Kalau saat itu situasinya memungkinkan mungkin kita tidak terlalu panik, dibawa saja kedokter, atau berikan saja obat penurun panas. Tetapi pada kondisi dimana hal ini tidak memungkinkan misalnya terjadi pada tengah malam dan tidak tersedia obat penurun panas, apa yang akan kita lakukan? Mungkin salah satu yang terpikir adalah memberikan kompres.<span id="more-11"></span></p>
<p align="justify">Pada kasus demam ada dua jenis kompres yang sering dilakukan. Kompres hangat dan kompres dingin. Dua hal yang bertolak belakang. Mana yang benar dan mana yang paling baik? Lalu apa rasionalnya?</p>
<p align="justify">Demam merupakan respon fisiologis tubuh terhadap keadaan patologis seperti infeksi, keracunan, allergi, dan neoplasia, dimana terjadi peningkatan suhu tubuh lebih dari 37,2 ºC dan berfungsi sebagai salah satu pertahanan tubuh untuk melawan infeksi.</p>
<p align="justify">Pada saat tubuh terkena infeksi, toxins, atau allergi, tubuh mengeluarkan sat kimia yang mempengaruhi hipotalamus. Hipotalamus meransang pengeluaran prostaglandin dan mempengaruhi vasomotor center, melalui saraf simpatis menyebabkan skin vasokonstriction (pembuluh darah dikulit menyempit) dan menyebabkan panas menumpuk (panas tidak keluar atau meguap) dan menyebabkan demam.</p>
<p align="justify">Pusat pengaturan suhu tubuh terletak di hipotalamus dalam kepala sebelah belakang, kompres dingin dimaksudkan untuk mempengaruhi organ ini agar suhu tubuh bisa turun. Namun tindakan ini kadang-kadang tidak memberikan rasa nyaman karena suhunya yang dingin bisa menyebabkan pasien menggigil. Dan penurunan suhu tubuh dengan kompres dingin hanya bersifat sementara, begitu kompres dihentikan maka suhunya akan naik kembali.</p>
<p align="justify">Kompres hangat biasanya dilakukan di daerah lipatan paha atau ketiak. Karena diasana terdapat pembuluh darah besar yang dimaksudkan agar dapat mengalirkan panas keseluruh tubuh. Diketahui bahwa suhu panas/hangat menyebabkan pembuluh darah melebar (vasodilatasi). Sehingga panas tidak menumpuk dan dapat mempercepat penguapan. Sehingga suhu tubuh akan kembali normal.</p>
<p align="justify">Kompres dengan alkohol juga kadang-kadang dilakukan, karena alkohol sangat mudah menguap yang diharapkan panas tubuhpun dapat menguap. Namun pemberian kompres dengan alkohol dapat menyebabkan iritas pada kulit. Sehingga peberian dengan cara ini tidak dianjurkan.</p>
<p align="justify">Tindakan kompres adalah tindakan paling aman untuk menurunkan gejala demam. Dan harus diingat bahwa tindakan ini hanya menurunkan gejala dan memberikan rasa nyaman. Gejala tidak akan hilang kalau penyebabnya tidak diatasi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/subhankadir.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/subhankadir.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhankadir.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhankadir.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhankadir.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhankadir.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhankadir.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhankadir.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhankadir.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhankadir.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhankadir.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhankadir.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhankadir.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhankadir.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhankadir.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhankadir.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhankadir.wordpress.com&amp;blog=1481557&amp;post=11&amp;subd=subhankadir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhankadir.wordpress.com/2007/08/20/demam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b12eb79e0f0835ae1ffd8e761a3f4873?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Subhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://subhankadir.files.wordpress.com/2007/08/chu-nur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">chu-nur.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
